Kabar Berita Terbaru Hari Ini Wejangan untuk Pria yang Ngamuk Akibat Sumbangan - Kabar Berita Terbaru Hari Ini

Breaking

logo

Kabar Berita Terbaru Hari Ini Wejangan untuk Pria yang Ngamuk Akibat Sumbangan

Kabar Berita Terbaru Hari Ini Wejangan untuk Pria yang Ngamuk Akibat Sumbangan
loading...

Pria mengamuk di Aceh Utara karena besaran sumbangan. (Foto: Screenshot Instagram @polres.acehutara)
Jakarta - Seorang pria mengamuk di minimarket gegara sumbangan Rp. 1.000 jadi sorotan. Dia mendapat wejangan agar tak membuat keributan jika sumbangan yang diterima tidak sesuai.
Awalnya, kelakuan pria tersebut viral di media sosial. Si pria tersebut mengamuk lantaran besaran uang sedekah yang hanya diberi Rp 1.000.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (11/5) siang di Aceh Utara. Dalam video yang beredar diawali dua pria berpakaian putih dan satunya berkaus abu-abu mendatangi meja kasir minimarket tersebut.

Terdengar suara hentakan meja kasir. Setelahnya, seorang pria menghardik ke arah kasir perempuan yang sedang berjaga.

"Rp 1.000 ini kalian kasih, pelecehan ini," kata salah satu pria.

Beberapa botol minuman bersoda tampak jatuh dalam aksi protes besaran uang sumbangan itu. Beberapa orang yang berada di dalam minimarket pun mencoba mendinginkan suasana dengan menenangkan si pria berkaus abu-abu. Namun, pria berpakaian putih tampak terus memprotes besaran uang yang diterimanya.

"Ini pelecehan ini, Rp 1.000 kalian kasih sedekah, bukan untuk kami. Pedagang sayur, ya, pedagang sayur, Rp 100 ribu dikasih," kata pria berbaju serba putih sambil mengacungkan uang koin Rp 1.000.

Tak banyak yang bisa dilakukan oleh si kasir wanita minimarket tersebut. Dia mengaku tak mengetahui apa-apa.

"Ini pelecehan ini. Kalian cari untung aja di Matangkuli sini," cecar dia.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi 'keributan' gegara duit sumbangan tersebut. MUI dalam hal ini mengingatkan untuk menahan diri agar tidak marah-marah apabila uang sedekah tidak sesuai. Apalagi, tidak ada batas besaran sumbangan yang mesti diinfakkan.

"Ribut gara-gara uang sedekah itu juga kurang baik, kami berharap masyarakat yang mau bersedekah juga bisa mengira terhadap kebutuhan masyarakat yang diberikan. Yang kedua juga bisa menahan diri, kalau memang tidak cocok, tidak ingin, tak perlu datang dan tak perlu bikin ribut," ujar Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis.

Cholil menjelaskan, sebenarnya tidak ada jumlah besaran nominal untuk sedekah. Namun, dia mengatakan, sedekah yang baik, yakni pemberian yang bisa membantu kekurangan masyarakat.

"Sebenarnya sedekah itu tidak ada jumlah berapa paling sedikit, berapa paling banyak, tapi kembali pada masyarakat, kalau kita bersedekah, bersedekahlah dengan sesuatu yang berharga, bahkan yang paling baik itu kita menyedekahkan, menginfakkan sesuatu yang paling kita sayangi, kita hargai," tuturnya.

Kini, pria yang mengaku bernama Jafar Kuba itu meminta maaf atas aksi protesnya tersebut. Dia meminta maaf setelah ada mediasi antara dirinya dengan pihak minimarket di Masjid Matangkuli, Minggu sore. Perdamaian ini diinisiasi oleh pihak kepolisian bersama Muspika Kecamatan Matangkuli.

"Saya Jafar Kuba, selaku ketua remaja Masjid Al-Khalifah Ibrahim Matangkuli, Aceh Utara. Sebelumnya saya mohon maaf kepada semua pihak atas video yang viral diberbagai media dan berita yang mungkin sudah meresahkan masyarakat. Hari ini tanggal 12 Mei 2019, kami bersama pihak dari manajemen Indomaret sudah bertemu dan bermusyawarah. Bahwa segala kejadian yang terjadi di toko Indomaret pada 11 Mei lalu murni karena kesalahpahaman dan kami bersepakat bahwa hal ini diselesaikan secara kekeluargaan," papar Jafar.

"Kami berharap hal ini tidak lagi terjadi di kemudian hari. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga di bulan Ramadhan, berkah dilimpahkan kepada kita semua. Amin, amin," imbuhnya.
(idn/zak)

loading...
Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact