BERITA TERKINI

Sosialisaisi Program MBG di Desa Bendosari: Upaya Bersama Wujudkan Generasi Berkualitas

 


SOSIALISASIKAN Program MBG di Blitar, Upaya Bersama Wujudkan Generasi Berkualitas

Blitar, Jawa Timur (15/11) – INFOJATIMNEWS.com

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan kepada masyarakat oleh DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Program strategis nasional MBG merupakan sebuah investasi mahal jangka panjang bagi masyarakat untuk mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Sosialisasi yang dihadiri rautsan warga Desa Bendosari ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Bendosari, Blitar pada Kamis (13/11).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan, Koordinator Wilayah Kabupaten Blitar, Imam Samsudin, serta Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Ismail Namsah.

Dalam pemaparannya, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Jairi Irawan menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia menekankan bahwa tantangan gizi masih menjadi pekerjaan besar bagi Indonesia.

“Program MBG menjadi fokus perhatian untuk Indonesia karena ini adalah investasi terbesar sumber daya manusia untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” ucap Jairi Irawan.

Ia juga menyoroti berbagai persoalan gizi seperti tingginya angka stunting, masalah gizi ganda, anemia, hingga ketimpangan akses pangan sehat. Menurutnya, MBG memiliki urgensi besar karena bertujuan meningkatkan potensi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.

Sementara itu, Koordinator wilayah Kabupaten Blitar, Imam Samsudin, menjelaskan milestone serta ruang lingkup utama program MBG. Ia memaparkan bahwa MBG bukan hanya tentang penyediaan makanan, tetapi juga edukasi gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“MBG hadir dengan latar belakang masalah gizi yang masih stagnan, ketimpangan akses pangan, hingga ketidakstabilan ekonomi. Harapan kami, program ini mampu memberikan dampak nyata bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menerangkan sasaran MBG yang mencakup peserta didik mulai dari TK hingga SMA/SMK dan pendidikan pesantren, serta kelompok non-didik seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurutnya ada empat standar pelaksanaan MBG yang wajib diperhatikan yakni kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienis, dan standar keamanan.

Kemudian, Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Ismail Namsah, menyampaikan pendapatnya dengan menggarisbawahi bahwa MBG tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga berdampak pada banyak sektor.

“Program MBG memiliki tujuan umum meningkatkan asupan dan pemahaman gizi, serta tujuan khusus yang mencakup bidang gizi, kemiskinan, pendidikan, dan ekonomi,” tegasnya.

Keberadaan MBG membuka peluang ekonomi baru mulai dari peningkatan lapangan kerja, tumbuhnya bisnis F&B, hingga munculnya para pelaku wirausaha baru sebagai pemasok bahan pangan lokal.

Sosialisasi program MBG di Blitar ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam menyukseskan program nasional tersebut. Para narasumber menutup kegiatan dengan ajakan bersama untuk mendukung implementasi MBG demi masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. (red)

 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image