Bangun Karakter Religius, Ratusan Warga Binaan Lapas Pemuda Madiun Ikuti Pengajian Rutin
Madiun, INFO_PAS — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus mengoptimalkan pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui kegiatan pengajian rutin. Kegiatan tersebut digelar pada Senin (28/9) dengan penuh kekhusyukan dan semangat kebersamaan di Masjid At-Taubah Lapas.
Pengajian yang menjadi agenda pembinaan kerohanian ini
menghadirkan dua penceramah dari Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, yakni Ustaz
Subagiyono dan Ustaz Ishak.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Subagiyono mengajak seluruh Warga
Binaan untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menjadikan masa
menjalani pidana sebagai momentum untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih
baik. Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak ibadah, menjaga hubungan
baik dengan sesama, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan pernah
melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyadari kesalahan
tersebut, kemudian berusaha memperbaiki diri dan tidak mengulanginya. Jadikan
masa di Lapas ini sebagai kesempatan untuk belajar, beribadah, dan
mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik,” tutur Ustaz Subagiyono.
Ia juga berpesan agar Warga Binaan senantiasa menjaga
kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses pembinaan. Menurutnya,
perubahan tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan kemauan,
kesungguhan, dan konsistensi.
“Jangan pernah berhenti untuk belajar dan memperbaiki diri.
Perbanyak kegiatan yang bermanfaat, jaga salat, membaca Al-Qur’an, serta terus
mendekatkan diri kepada Allah. Semoga apa yang dijalani selama di sini menjadi
bagian dari proses menuju kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah
masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan,
menegaskan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam membentuk
karakter dan mental spiritual Warga Binaan. Kegiatan pengajian rutin diharapkan
dapat memberikan pemahaman keagamaan sekaligus menjadi sarana refleksi bagi
Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam
proses pembinaan Warga Binaan. Melalui kegiatan seperti pengajian dan ceramah
keagamaan, kami berharap Warga Binaan semakin memahami nilai-nilai agama, mampu
melakukan introspeksi diri, dan memiliki motivasi untuk terus berubah menjadi
pribadi yang lebih baik,” tegas Rudi.
Ia menambahkan bahwa Lapas Pemuda Madiun akan terus
mendukung pelaksanaan berbagai program pembinaan yang dapat memberikan manfaat
bagi Warga Binaan, baik dari sisi kepribadian, spiritual, maupun keterampilan.
“Kami berkomitmen memberikan ruang dan kesempatan kepada
Warga Binaan untuk mengikuti kegiatan pembinaan secara aktif. Harapannya,
pembinaan yang mereka jalani selama berada di Lapas dapat menjadi bekal positif
ketika nantinya kembali ke keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun berkomitmen untuk
terus memperkuat pembinaan kepribadian dan kerohanian Warga Binaan secara
berkelanjutan. Diharapkan kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan dapat
menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan
ketakwaan, serta mendukung terwujudnya proses pembinaan yang optimal. (Humas
Lapas Pemuda Madiun)