Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Prambon, Tekankan Atasi Stunting dan Edukasi Pola Makan Sehat
Sosialisasi Program Makan Bergizi
Gratis di Prambon, Nganjuk
Nganjuk, Jawa Timur (15/2) – INFOJATIMNEWS.com
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali
digelar di Desa Watudandang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur,
Sabtu (14/2) pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas
pemahaman masyarakat terkait program prioritas nasional di bidang gizi. Wakil
Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, diwakili oleh Tenaga Ahli DPR RI, M.
Sam’ani Kurniawan.
Dalam sambutannya, Sam’ani menyampaikan bahwa dirinya hadir
mewakili M. Yahya Zaini yang berhalangan karena agenda rapat. Ia menegaskan
bahwa persoalan gizi buruk dan stunting masih menjadi tantangan di Indonesia,
sehingga kehadiran Program MBG diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam
mengatasi permasalahan tersebut.
Adapun sasaran Program MBG meliputi anak balita, siswa SD
hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui. Program ini dijalankan oleh Badan
Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai
daerah.
Menurut Sam’ani, Program MBG tidak hanya memberikan makanan
bergizi kepada penerima manfaat, tetapi juga menjadi contoh bagi orang tua
dalam menyiapkan makanan sehat bagi anak-anak di rumah.
“Tidak perlu bahan yang mahal, yang penting bergizi dan
seimbang. Program ini bisa ditiru oleh orang tua dalam menyiapkan makanan
sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menanggapi masukan masyarakat terkait cita rasa
makanan MBG yang dinilai kurang kuat.
Menurutnya, hal tersebut karena adanya pengaturan kadar
gula dan garam sesuai standar gizi. Pengurangan natrium dilakukan untuk
mencegah risiko penyakit seperti hipertensi akibat konsumsi gula dan garam
berlebih.
“Rasa yang lebih hambar itu memang sudah diatur takaran
gizinya. Tujuannya agar kita tidak terlalu banyak mengonsumsi gula dan garam,”
jelasnya.
Sam’ani berharap program ini dapat berjalan lancar, tepat
sasaran, dan terus dievaluasi agar setiap kendala yang muncul dapat segera
ditangani. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat
sekaligus memperkuat dukungan bersama dalam upaya menekan angka stunting dan
membangun generasi yang lebih sehat. (RED).
